Berikut beberapa bahan ajar yang bisa dijadikan wahana untuk memperkaya wawasan tentang Akuntansi Sektor Publik

Artikel ini merupakan suatu esai persuasif yang ditulis dengan motivasi untuk mengubah persepsi pembaca tentang akuntansi untuk organisasi publik, khususnya organisasi pemerintah. Artikel ini bertujuan untuk memberikan argumen-argumen berikut penjelasan detilnya bahwa akuntansi organisasi publik dan akuntansi organisasi bisnis merupakan dua dunia akuntansi yang berbeda. Perbedaan-perbedaan di antara keduanya telah dimulai sejak awal pembentukan masing-masing organisasi, yaitu perbedaan motif dan latar
belakang terbentuknya organisasi, tujuan pendirian organisasi dan cara pencapaian tujuan organisasi, serta sumber dan sifat pendanaan organisasi. Perbedaan-perbedaan ini memberikan konsekusensi perbedaan yang signifikan di antara kedua dunia akuntansi tersebut pada aspek perencanaan dan  penganggaran, sistem pelaporan keuangan (akuntansi keuangan), maupun akuntansi manajemen.

Diakui atau tidak di Pemerintahan Daerah terdapat hubungan dan masalah keagenan, khususnya hubungan eksekutif dan legislatif yang pada gilirannya dengan teori keagenan. Teori keagenan merupakan salah satu dasar dalam ilmu anggaran dan akuntansi.
Analisis hubungan dan masalah keagenan di Pemerintahan Daerah tidak pelak lagi merupakan sebuah peluang penelitian masalah anggaran dan akuntansi. Ide-ide penelitian di bidang ini dapat mencakup dari keakurasian anggaran hingga pada analisis angkaangka laporan keuangan Pemerintah Daerah.

Belajar dari berbagai pengalaman masa lalu, diharapkan BUM Desa dapat menjadi lembaga sosial ekonomi yang kuat, sehingga secara nyata mampu menstimuli dan menggerakkan roda perekonomian di perdesaan. Disamping itu pula, peran BUM Desa dalam pembangunan ekonomi merupakan amanat konstitusi, dan memberikan kejelasan terhadap arah kebijakan pengembangan usaha ekonomi perdesaan. Pengembangan usaha ekonomi menjadi bagian dari kegiatan pembangunan desa dengan memberikan akselerasi pada peran pemerintahan desa, sehingga berdampak pada peningkatan PADesa. Jika PADesa meningkat, maka akan memberikan konstribusi pada kemandirian desa, sehingga pada gilirannya “manfaatnya” akan berpulang bagi kesejateraan masyarakat desa. Makna dalam hal Pengembangan Usaha Ekonomi Desa haruslah berdampak pada kemandirian desa.

Oleh karena itu, Seri Buku Pintar Pelembagaan BUM Desa diharapkan dapat mendukung dalam mendorong peran pemerintah daerah kepada upaya pemberdayaan ekonomi yang lebih terfokus, khususnya pada pola/model pembinaan dan pendampingan yang menjadi bagian dari serangkaian kegiatan penting untuk dilakukan guna mewujudkan BUM Desa yang kapabel.

Semoga bermanfaat..